Selasa, 20 Januari 2015

Internet sebagai sarana mediasi




Internet sebagai sarana mediasi yang memungkinkan terbentuknya berbagai model consciousness & mendorong terbentuknya collective unconsciousness

Mediasi

Menurut (1) http://id.wikipedia.org/wiki/Mediasi  Mediasi adalah upaya penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang netral, yang tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan yang membantu pihak-pihak yang bersengketa mencapai penyelesaian (solusi) yang diterima oleh kedua belah pihak. Pengertian mediasi menurut Priatna Abdurrasyid yaitu suatu proses damai dimana para pihak yang bersengketa menyerahkan penyelesaiannya kepada seorang mediator (seseorang yg mengatur pertemuan antara 2 pihak atau lebih yg bersengketa) untuk mencapai hasil akhir yang adil, tanpa biaya besar besar tetapi tetap efektif dan diterima sepenuhnya oleh kedua belah pihak yang bersengketa. Pihak ketiga (mediator) berperan sebagai pendamping dan penasihat. Sebagai salah satu mekanisme menyelesaikan sengketa, mediasi digunakan di banyak masyarakat dan diterapkan kepada berbagai kasus konflik.

Dan sayapun mendapatkan penjelasan kembali mengenai internet sebagai sarana mediasi dari sumber (2) http://paustinus.blogspot.com/2011_03_01_archive.html Seiring dengan semakin matangnya Internet sebagai medium untuk melakukan komunikasi, alternatif penyelesaian sengketa secara online (e-APS) semakin menunjukkan dirinya sebagai suatu alternatif yang sangat menarik dibandingkan dengan litigasi. Ethan Katsh & Janet Rifkin dalam karyanya berjudul On-line Conflict Management. Resolving Conflicts in Cyberspace (2001) mengindikasikan bahwa Internet dapat menyediakan ruang untuk mengelola sengketa. Sama dengan APS, e-APS lebih murah, cepat, dan cocok bagi para pihak yang selama dalam proses dan sesudahnya masih menginginkan hubungan baik. Para pihak yang melibatkan diri dalam e-APS pada dasarnya lebih tertarik untuk mencari jalan keluar dibandingkan mengetahui apa yang menjadi alas hukum bagi sengketa mereka.
 
Pemanfaatan Internet sebagai sarana alternatif penyelesaian sengketa sudah sedemikian maju di luar Indonesia. E-APS ini dilakukan oleh institusi-institusi Alternatif Penyelesaian Sengketa dalam bentuk negosiasi online, mediasi online dan arbitrase online. Beberapa institusi yang menyelenggarakan e-APS adalah 1-2-3 Settle (BB), American Arbitration Association (AAA), Chartered Institute of Arbitrators, ClickNsettle, Cybersettle, ENeutral, Electronic Consumer Dispute Resolution (ECODIR), Hong Kong International Arbitration Centre, International Chamber of Commerce, Internet Neutral, Mediation Arbitration Resolution Services (MARS), Nova Forum, ODR.NL, SettleOnline, SettleTheCase, SmartSettle, SquareTrade, The Virtual Magistrate, Webmediate.com, WeCanSettle, World Intellectual Property Organization (WIPO), dan lain-lain. Penggunaan e-APS dilakukan terhadap semua jenis sengketa, mulai dari e-commerce, pencemaran nama baik, asuransi, sengketa berdasar hukum kekeluargaan seperti warisan, perceraian, tindakan yang diambil pejabat tata usaha negara, dan lain-lainnya.


Pemanfaatan Internet dalam penyelesaian sengketa belum memadai di Indonesia. Tulisan ini bermaksud mengintrodusir e-APS. Terdapat dua bentuk e-APS yang saat ini sudah berkembang yang akan disinggung dalam tulisan ini yaitu negosiasi dan mediasi secara online. Pembatasan terhadap e-APS dalam tulisan ini semata-mata mengikuti Undang-Undang No. 30 tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa yang mengadakan pemisahan yang tajam antara Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Sehubungan dengan pemisahan tersebut saya tidak membahas soal Arbitrase Online.


Negosiasi Online


Negosiasi online menawarkan keuntungan berupa kesederhanaan. Tiada suatu hal yang diwajibkan dalam hal ini kecuali soal adanya itikad baik dan koneksi Internet. Tidak ada suatu kebutuhan untuk melakukan perjalanan untuk bertatap muka, tidak perlu ditentukan suatu tempat untuk melakukan pertemuan secara khusus. Hal ini karena memang negosiasi online tidak membutuhkan pertemuan secara langsung. Yang terjadi adalah meninggalkan pesan-pesan pada sarana yang tersedia untuk itu atau membuat permintaan atau penawaran. Proses yang sederhana juga membuat penghematan biaya yang tidak sedikit. Hal ini terjadi karena dalam negosiasi online, para pihak tidak harus terkoneksi pada Internet pada saat yang bersamaan. Kesederhanaan dari negosiasi online ini pada saat yang sama juga merupakan kekurangan dari system ini. Hal ini terjadi karena dalam negosiasi online tidak ada suatu sarana untuk mendapatkan sentuhan kemanusiaan. Dalam negosiasi secara offline, pengamatan terhadap bahasa tubuh, pertemuan selama dalam rehat kopi, dan persepsi non verbal memegang peranan penting dalam upaya saling memahami posisi masing-masing.


Dalam perkembangan terdapat dua macam negosiasi online, yaitu negosiasi otomatis dan negosiasi langsung.

1. Negosiasi Otomatis

Dalam negosiasi otomatis ini, penyedia jasa menyediakan sarana elektronik dan prosedur penawaran buta (blind bidding). Dalam penawaran buta ini, penyedia jasa menyediakan sarana bagi para pihak untuk mengirimkan penawaran untuk penyelesaian sengketa pada suatu mesin dan menggunakan perangkat lunak untuk membandingkan penawaran yang diajukan oleh para pihak yang bersengketa secara rahasia. Dalam penyelesaian semacam ini, pengajuan penawaran berupa jumlah uang yang diklaim dan penawaran dari pihak yang diklaim hanya dilakukan oleh komputer. Para pihak tidak mengetahui satu sama lain berapa penawaran yang dilakukan pihak lawan. Hal itu menjadi tugas dari komputer. Dalam hal penawaran di antara para pihak berada dalam tingkatan tertentu maka mesin akan menghentikan sengketa dengan menyesuaikan perbedaan-perbedaan yang ada sehingga didapatkan hasil rata-rata. Dalam hal sengketa terselesaikan maka para pihak diberitahukan baik secara online atau melalui e-mail.


Dalam hal penawaran jauh dari batas yang ditentukan, maka komputer akan menyimpan hal itu dan dapat melanjutkan negosiasi. Terdapat jangka waktu tertentu untuk penyelesaian sengketa yang berkisar antara 15 hari sampai dengan 12 bulan tergantung pada penyedia jasa.

2. Negosiasi Langsung


Dalam Negosiasi langsung, Penyedia jasa hanya menyediakan suatu situs yang aman beserta cara-cara menyimpan hal-hal yang dikomunikasikan, tetapi tidak terlibat sama sekali dalam proses negosiasi. Dalam negosiasi jenis ini para pihak harus mengupayakan sendiri kesepakatannya tanpa campur tangan dari pihak manapun termasuk dari komputer yang digunakan. Disinilah perbedaannya dengan negosiasi otomatis. Negosiasi langsung ini kurang popular dalam bisnis ini dibandingkan dengan negosiasi otomatis.


a. Mediasi Online


Dalam mediasi, peranan dari seorang Mediator merupakan ciri khas. Mediasi merupakan suatu prosedur melalui mana pihak ketiga yang netral membantu para pihak yang bersengketa mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan sengketanya. Dalam mediasi, mediator tidak membuat suatu solusi atau putusan. Namun demikian terdapat tingkatan tertentu dimana mediator berperan dalam penyelesaian sengketa mulai dari tingkatan yang murni dimana mediator sedapat mungkin hanya mencampuri sedikit penyelesaian sengketa sampai dengan mediasi dengan cara yang kasar dimana mediator mencoba memaksakan suatu penyelesaian sengketa bagi para pihak.


Terdapat tiga jenis mediasi dalam rangka mediasi online. Pertama, mediasi yang bersifat fasilitatif dimana mediator berfungsi sebagai fasilitator dan tidak dapat memberikan opini atau merekomendasikan penyelesaian. Dalam hal ini mediator memberikan jalan agar para pihak menemukan sendiri penyelesaian bagi sengketa yang dihadapinya. Penyelesaian sengketa dari jenis ini dilakukan oleh Online Resolution.


Mediasi evaluatif adalah mediasi melalui mana mediator memberikan pandangan dari segi hukum, fakta-fakta, dan bukti-bukti. Dalam mediasi ini strateginya adalah membuat suatu kesepakatan melalui mana mediator memberikan suatu solusi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak dan mencoba membujuk para pihak untuk menerimanya. Hal ini dijalankan oleh Web Mediate. Pada WEB Mediate, mediator dapat bertindak secara hukum untuk memberikan solusi tetapi tidak berhak membuat penyelesaian.


Ketiga terdapat suatu pendekatan yang bersifat tengah. Mediator mencoba mencampuri permasalahan sejauh disetujui para pihak. Mediator hanya memasuki jika para pihak gagal melakukan negosiasi di anatara mereka sendiri dan jika sekiranya mencampuri, mediator hanya dapat mengajukan solusi hanya jika para pihak memintakan kepadanya. Tujuan awal dari prosedur ini adalah membantu memfasilitasi komunikasi antara para pihak dengan mediator dan antara para pihak sendiri. Komunikasi semacam itu dapat dijalankan dengan menggunakan teknologi yang tersedia seperti Internet relay chats, e-mail, dan videoconferencing). Sarana komunikasi merupakan elemen dasar dalam mediasi online.


Mediasi online sama dengan mediasi off line yang biasanya diorganisir melalui tiga tahapan atau sesi. Pertama adalah sesi pembukaan dimana para pihak, penasehat hukum, mediator dan mungkin ekspert atau psikolog hadir. Dalam sesi ini para pihak mengemukakan pandangan, fakta-fakta dan soal-soal hukum dan mediator membuat ringkasan dari permasalahan yang dihadapi oleh para pihak.


Sesudah sesi tersebut terdapat sesi selanjutnya yaitu sejumlah sesi yang lebih bersifat privat, kadangkala disebut juga sebagai kaukus. Dalam sesi ini mediator mendiskusikan secara privat dengan masing-masing pihak. Sesi ini disebut juga sebagai “engine room” dari keseluruhan prosedur yang harus dilalui.


Selanjutnya adalah sesi penutup melalui mana para pihak bertemu kembali dan melakukan verifikasi terhadap kesepakatan yang sudah dicapai atau sekurang-kurangnya hasil yang sudah dicapai.

Sesi-sesi dalam mediasi off line ini mempengaruhi pembuatan arsitektur dari mediasi online. Dalam mediasi offline terdapat keseimbangan antara langkah formal dan tahapan informal. Para pihak dan mediator membuat sesi-sesi bersama, periode-periode dalam kaukus dan bahkan masa-masa jeda (coffee breaks). Berbagai cara berkomunikasi dilakukan selama proses penyelesaian dan masing-masing cara berkomunikasi itu berbeda menurut sesi yang ditempuh, suasana batin dari para pihak dan kesimbangan dalam posisi para pihak.


Sedapat mungkin, apa yang dilakukan dalam mediasi offline dilakukan dalam mediasi online tentu saja dengan penyesuaian disana-sini. Penyedia jasa mediasi online harus mempunyai ruang diskusi dan fasilitas komunikasi privat serta menyediakan peralatan teknologi yang dapat mendukung komunikasi dengan cara-cara yang terbaik. Perbedaan antara mediasi online dengan mediasi offline adalah bahwa dalam mediasi online, dunia nyata (real space) digantikan oleh dunia virtual atau dunia maya( cyberspace).


Terbentuknya kondisi consciousness dan Collective unconsciousness. 



Consciousness


Menurut sumber (3) https://rifkaputrika.wordpress.com/2014/01/24/psikologi-dan-internet-dalam-lingkup-transpersonal/tersebut dan mendapatkan rujukan dari buku Fiest & Fiest : 2010 Consciousness (alam sadar) didefinisikan sebagai elemen-elemen mental yang setiap saat berada dalam kesadaran. Ini adalah satu-satunya tingkat kehidupan mental yang bisa langsung kita raih. Ada 2 pintu yang dapat dilalui oeh pikiran agar bisa masuk ke alam sadar. Pintu pertama adalah melalui sistem kesadaran perseptual (perceptual conscious) yaitu terbuka pada dunia luar dan berfungsi sebagai perantara bagi persepsi kita tentang stimulus dari luar. Dengan kata lain, hal-hal yang kita rasakan melalui indera dan tidak dianggap mengancam, masuk kedalam alam sadar (Freud, 1933/1964).

Sumber kedua bagi elemen alam sadar ini datang dari dalam struktur mental dan mencakup gagasan-gagasan tidak mengancam yang datang dari alam bawah sadar maupun gambaran-gambaran yang membuat cemas, tetapi terselubung dengan rapih yang berasal dari alam tidak sadar. Gambaran tidak sadar dapat lolos masuk ke alam sadar karena tersembunyisebagai elemen-elemen yang tidak berbahaya sehingga mampu menembus sensor pertama. Setelah masuk ke alam bawah sadar, mereka terus menyelinap melewati sensor akhir dan masuk ke alam sadar. Ketiga gagasan tersebut tiba di alam sadar, maka gagasan-gagasan tersebut sudah berubah wujud dan terselubung dalam bentuk perilaku-perilaku yang defensif ataupun dalam bentuk mimpi.




Collective Unconsciousness

Collective Unconsciousness (ketidaksadaran kolektif) adalah kebalikan dari ketidasadaran personal yang dihasilkan dari pengalaman individu. Ketidaksadaran kolektif sudah mengakar dari masa lalu leluhur seluruh spesies. Collective Unconsciousness atau ketidaksadaran kolektif berada dipikiran bawah sadar dan aktif mempengaruhi pikiran, emosi dan tindakan kita. Ketidaksadaran kolektif adalah pengalaman nenek moyang yang di wariskan dari generasi ke generasi yang kurang lebih sama pada seluruh budaya di dunia ini ( Jung, 1934/1959). Ketidaksadaran Kolektif bertanggungjawab terhadap kepercayaan terhadap agama, mitos serta Legenda. Ketidaksadaran kolektif bisa muncul kapan saja dalam situasi dan kondisi apapun.

Sudah tidak dapat dipungkiri lagi, di era globalisasi saat ini peran internet memang sangat dibutuhkan oleh penggunanya. Hal ini dikarenakan internet dapat dengan mudah dan cepat membantu para penggunanya untuk menemukan sebuah informasi yang mereka butuhkan. Internet sendiri pada akhirnya memiliki berbagai dampak untuk para penggunanya selain adanya dampak positif seperti mempermudah mencari dan mendapatan informasi, internet juga memunya dampak negatif untuk para penggunanya yaiu membuat orang-orang menjadi malas untuk membaca buku demi memdapatkan sebuah informasi. Selain itu internet juga dapat mengubah pola hidup penggunanya, yaitu internet memungkinkan kita membentuk kondisi Consciousness dan juga kolektif Unconsciousness. Internet memang berperan besar dalam kehidupan kita sehari-hari. Internet dijadikan sebagai sumber informasi dan juga dijadikan media untuk berinteraksi dengan orang lain. Bahkan terkadang antusias terhadap dunia internet membuat kita menjadi seseorang yang lupa diri. Sebagai contoh saat ini remaja lebih sering menghabiskan waktunya untuk berada didepan layar baik layar komputer maupun layar handphone miliknya hanya sekedar untuk searching di internet atau hanya untuk sekedar berkomunikasi menggunakan social media. Kebanyakan remaja bahkan sampai lupa waktu dengan kesibukannya menggunakan internet. Disaat itu lah Id sangat berperan dalam diri
remaja.



                                                               daftar pustaka


       (1)  http://id.wikipedia.org/wiki/Mediasi





Selasa, 02 Desember 2014

internet addiction disorder




Internet Addiction Disorder atau yang lebih sering dikenal masyarakat umum ialah kecanduan internet, adalah penggunaan secara berlebihan tampa mengenal waktu bahkan ada beberapa remaja ada yang betah di warnet/warung internet berhari-hari tidak pulang hanya untuk bermain game online. Seseorang yang kecanduan internet terlihat dari banyaknya waktu yang mereka gunakan untuk online atau bermain internet tanpa peduli bahkan lupa dengan aktivitas lainnya bahkan kehidupan sekitar mereka. 

Dampak dari internet addiction disorder China buka lebih dari 250 kamp kecanduan internet

 

Beberapa remaja China mengalami kecanduan permainan daring sampai mereka memakai popok agar tidak usah pergi ke kamar mandi.
Seorang remaja China menerima perawatan di sebuah kamp kecanduan Internet, sebuah adegan dalam film dokumenter "Web Junkie."
Mereka menyebutnya "heroin elektronik," dan pemerintah China merasa itu adalah ancaman terbesar untuk para remaja di negara itu.
Pada 2008, China, yang memiliki lebih dari 20 juta pecandu Internet, menjadi salah satu negara pertama yang mendeklarasikan kecanduan itu sebagai kelainan klinis. Kecanduan Internet telah melahirkan lebih dari 250 kamp di China yang dirancang untuk merawat anak-anak muda yang kecanduan tersebut.
Masalah kecanduan itu, dan upaya China untuk merawatnya, telah menarik perhatian pembuat film asal Israel, Shosh Shlam dan Hilla Medalia, yang merilis film dokumenter karya mereka Web Junkie awal bulan ini.

Menurut laporan 2008 yang mendefinisikan kelainan tersebut, orang-orang yang menghabiskan lebih dari enam jam melakukan sesuatu selain bekerja atau belajar, dan merasa sebal ketika tidak dapat mengakses komputer, mengidap Kelainan Kecanduan Internet.
Permainan daring ternyata perilaku Internet yang paling adiktif, dengan beberapa pengguna memakai popok untuk menghindari jeda kamar mandi.
Tren semacam ini telah membuat para orangtua di China khawatir.
“Saya kira China dan terutama para orangtua di China sangat menganggap serius pendidikan," ujar Eric Harwit, profesor studi ilmu Asia di University of Hawaii.  “Mereka melihat banyak remaja, terutama mahasiswa, mulai kehilangan minat di sekolah dan menghabiskan banyak waktunya untuk melakukan permainan di Internet."
Harwit mengatakan para orangtua anak muda yang kecanduan Internet itu sangat ingin mengobati anak-anak mereka. Beberapa bahkan memberi anak-anak mereka obat untuk bisa membawa mereka ke kamp.

"Mereka melihat (kamp-kamp) itu sebagai jalan terakhir untuk mereformasi anak-anak mereka, terutama untuk anak tunggal, dan memberi mereka kesempatan untuk memutus kecanduan akan permainan Internet dan diharapkan akan kembali ke sekolah dan menjadi lebih mampu secara akademis," ujarnya.
Kamp-kamp bergaya tentara itu terletak di seluruh China, dan dirancang untuk memaksa anak-anak muda menghentikan kebiasaan berselancar dan melakukan permainan video secara obsesif di Internet. Biasanya para peserta dapat menghabiskan tiga sampai empat bulan di kamp untuk menerima perawatan.
Para orangtua juga diwajibkan berpartisipasi dalam olahraga yang cukup keras, pengobatan dan terapi. Terkadang orangtua juga ditempatkan dalam isolasi sampai 10 hari. Kondisi lingkungan di kamp cukup keras.
Namun beberapa langkah kedisiplinan di kamp ternyata terlalu keras sehingga ada kasus kematian remaja yang dipukuli dan seorang lagi dipaksa melakukan olahraga ekstrem selama dua jam di atas lantai dingin.

China bukanlah satu-satunya negara yang bergulat dengan kecanduan Internet.
Harian New York Times melaporkan "sampai 30 persen orang Korea berusia di bawah 18 tahun, atau sekitar 2,4 juta orang, berisiko mengalami kecanduan Internet. Korea Selatan juga telah membuka lebih dari 100 pusat rehabilitasi untuk mereka yang kecanduan.

 


Jenis-jenis internet Addiction


1. Cybersexual Addiction
individu yang sering mengunjungi situs dewasa, melihat hal yang berkaitan dengan seksualitas yang tersaji secara eksplisit dan terlihat dalam pengunduhan dan distribusi gambar-gambar atau file-file khusus orang dewasa.
2. Cyber-Relationship Addiction
mengacu pada individu yang senang mencari teman secara online. individu tersebut menjadi kecanduan untuk mengikuti layanan chatroom dan seringkali menjadi terlalu terlibat dalam hubungan pertemanna online atau terikat dengan perselingkuhan virtua, dan yang lebih berbahaya seperti kasus-kasus penculikan yang berawal dari media social.
3. Net Compulsions
yang termasuk dalam kategori ini adalah : perjudian online, belanja online, dan perdagangan online
4. Information Overload
informasi yang tersedia di internet menimbulkan perilaku konfulsif.
5. Computer Addiction
kecanduan internet yang secara  terus menerus dapat menimbulkan masalah dalam lingkungan kehidupannya, menjadi seperti kurang perduli terhadap lingkungan sekitar dll.






Gejala seseorang kecanduan internet

1.     Seseorang yang tak dapat mengatur waktunya dengan baik.
2.      lebih senang menghabiskan waktu untuk online daripada waktu bersama keluaraga dan teman.
3.      biasanya pengidap insomnia mengisi waktu ditengah malam dengan online bertujuan agar     memiliki kesibukan ditengah malam.
4.      marah ketika waktu online dibatasi.
5.      Seseorang yang kurang memiliki kegiatan diluar rumah.

Penyebab kecanduan internet 


1. mencari kesenangan
2. memiliki ambisi yang tinggi
3. gagal dalam kehidupan nyata
4. intelektualitas tinggi
5. kurangnya perhatian dari orang tua



Cara Mengatasi Internet Addiction 

1. cari tahu masalahnya
jika anda menggunakan internet sebagai pelarian dari masalah depresi, gelisah atau masalah hubungan bukan internet peleriannya. Memanfaatkan internet sebagai tempat pelarian hanya akan membuat anda semakin kecanduan internet. psikoterapi bisa menjadi alternatif. disana anda akan dapat belajar bagaimana memanage stres yang baik.
2. kenali pemicunya
menjadi seorang pecandu internet tentu karena dipicu sutu hal. cari tahu dan kenali pemicunya. Apakah anda bosan, stres atau selalu merasa kesepian.? jika hal tersebut yang menjadi penyebabnya coba buat cara alternatif untuk menghadapi perasaan tersebut. contohnya memperbanyak kesibukan atau berjalan-jalan dengan teman.
3. kurangi sedikit demi sedikit kebiasaan berlama-lama di internet
bagi yang sudah kecanduan dengan internet coba sedikit demi sedikit mengurangi kebiasaan anda bergaul terlalu lama dengan internet. misalnya jika anda biasanya menghabiskan waktu 10 jam untuk berinternet coba kurangi 2 jam saja untuk melakukan hal-hal lain seperti berkumpul dengan keluarga atau mengikuti kegiatan sosial lainnya.
4. ubah pola kebiasaan online
salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan internet adalah denagn  mengubah pola kebiasaan berinternet.
5. atur ulang jadwal rutinitas
Jika Anda biasanya memeriksa e-mail pada pagi hari setelah bangun tidur, coba periksalah e-mail tersebut setelah sarapan. Tak adal salahnya menikmati waktu sarapan bersama keluarga karena bisa mempererat keharmonisan hubungan. Jika sepulang dari kantor biasanya Anda langsung nongkrong di internet, tunggulah sampai setelah makan malam. Sambil menunggu makan malam Anda bisa berleyeh-leyeh di sofa sambil mendengarkan musik mungkin?
Mengajak teman yang bisa mengingatkan kita ketika kita tenggelam dalam keasyikan berinternet.
Menaruh komputer dan internet di tempat yang terbuka, juga menghubungkan diri dengan internet ketika berada di tempat publik. Kenyamanan berinternet memang berkurang, tetapi akan mengurangi risiko kecanduan.





Sumber refrensi
http://purpledimesiongirls.wordpress.com/tag/internet-addiction-disorder/
http://www.voaindonesia.com/content/china-buka-lebih-dari-250-kamp-kecanduan-internet/2428102.html